Diproteksi: Pelabuhan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

November 10

Ucapannya seumpama sekantung uang receh yang dibawa anak kecil ingusan selama ia mengejar layang-layang. Andai sang kantung jerami kecil terayun, ia ‘kan menumpahkan setiap keping lyra yang kemudian bergemerincing mencipta suara yang mengingatkan si anak pada cerita sebermula. Cerita akan hujan, kembang dan bergulirnya hari di daratan yang jauh di sana.

Akulah si anak kecil itu dan ingatkah engkau kantung uang itu kudapat darimu?

Kau bilang,

“sekeping ini kau belikan plester agar kau tak terus terluka

sekeping yang ini kau belikan bunga agar kau tak terus berduka

dan yang ini biar kau belikan cerita agar kau tak terus duduk termenung menghadap jendela.”

Aku tersenyum kala itu menerima sekantung kepingan koin. Namun baru aku sadar, semua yang kau beri berarti bekal untukku mengejar layang-layangku sendiri.

Terhitung sekian bulan aku berlari, namun kini aku duduk di bahu jalan raya hanya untuk mengayunkan kantung jerami kecil untuk mendengar suara gemerincing; memutar ulang setiap ucapanmu.

 

ö.

Selamat untuk hari ini, pun kemarin, dan juga nanti. Terima kasih telah mengenalkanku pada arti kata manusia, guru, dan bahasa.

what lies in perseverance

​i.

It has been a while since I sailed with my ship; going up and down and scream and scared. There will always be anxiety. People told me that true happiness is on the other side of fear. And here I am surfing through my nightmares only to found that, well, the place I arrived in just as similar as my hometown. Or have I brought my home with me along the pilgrimage?

And another thing that I’ve been thinking is that, is it the destination that I should look upon to or is it the panoramic side that scattered along the pathway? I have been too dazzled by the amazement the destination offer; too much that I forget to appreciate the beauty along the journey.

There is a beauty in every process, whether it is a process of falling or rising. I have been sad over the outcomes that I got. But, the blues I possess have cover the reddish swoosh that lining across the horizon and the people I walked with. Outcomes is important. But, process is equally important.

Am I sad? Am I happy? Am I scared? Am I dauntless? Probably not one, I am all that I felt. To laugh to bleed to scream and to shiver just prove to me that my heart is still beating. Some people say that to be tough is to be heartless. Because that way, not anything can harm and hurt you. But that way, not anything can make you happy either.

It is like creating a forcefield that detach you from negativity and positivity, and left yourself alone with neutrality.

 

ii.

Mr. Blue Melville,

I know that storm and waves have made your days dark and gloomy, but keep sailing will ya?

Because one lady once told me there is nothing more beautiful than the way the ocean refuses to stop kissing the shoreline no matter how many times it is sent away.

Because the shore you are trying to arrived in is too majestic and peaceful for you to lose hope for.

Because there is a beauty in perseverance.

Tenggelam dan Terbit

Tulisan ini saya tulis teruntuk mereka yang selama ini ada selama rangkaian kegiatan ospek jurusan.

i.
Malam pertama pun usai. Bersama itu pula rasa ego dan ketidakpedulian perlahan mati. Lalu kemudian, pagi pun kembali. Jiwa yang sebelumnya mati terlahir lagi; lebih lapang, lebih mudah memahami dan, yang paling utama, lebih manusia.

Saya sadar masih ada banyak sekali yang mesti dipelajari meskipun Si Marun sudah dikenakan. Tapi itu tidak semerta-merta menafikan bahwa sudah ada banyak sekali hal yang kita pelajari, baik itu oleh masing-masing atau pembelajaran secara bersama-sama.

Menurut saya, ospek hanyalah sebuah pemicu atau, dengan kata yang lain, sebuah pelatuk. Namun kita-lah sejatinya sang pembidik: kita yang menentukan arah kemana peluru tersebut dilesatkan. Kita yang menentukan nilai dan makna yang ingin kita gapai; dan saya harap kita telah menilai dan memaknai ini secara baik. Well, meskipun kata “baik” sendiri sangat beragam dan luas pemaknaannya.

Sudah tiga bulan dua puluh dua hari kita melalui perjalanan ini. Jika hanya boleh ada satu pesan yang dapat saya sampaikan, maka pesan itu akan berisi ucapan terima kasih. Berkali-kali berada dalam pusat perhatian telah menampakkan banyak kekurangan yang sebelumnya saya sembunyikan. Namun meskipun demikian, masih saja kalian mau mendengarkanku. Jujur, saya senang dan bersyukur berada di antara kalian.

ii.
Malam pertama pun usai.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan malam yang kedua atau yang ketiga atau terus selanjutnya. Mimpi apalagi yang ingin kita rencanakan?

– HMP 16 098

dengarkan. dengarkan. dengarkan. seberapa susah kah sebetulnya untuk mendengarkan. butuh berapa pasang telinga lagi sampai kau dapat mendengarkan sekitarmu, Yahya?

kamu seharusnya banyak berterima kasih kepada kawanmu yang selama ini masih saja sedia mendengarkan dan membantu. kamu seharusnya belajar pada kawanmu itu.