[1.] Belajar

banyak dari muslim membawa Islam di punggungnya namun tidak di kepala dan hatinya; mereka merasakan beban namun tidak memahami arti dan rasa dari apa yang dibawanya.

i.

مثل الذين حملوا التوراة ثم لم يحملوها كمثل الحمار يحمل أسفارا […]
Q.S. Jumuah Ayat ke-5

 

ii.

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. —Terjemahan dari Al Quran Cordoba (Maqdis).

Salah satu alasan seorang muslim tidak lagi membawa keislamannya adalah karena seperti perumpamaan yang di atas, banyak dari muslim membawa Islam di punggungnya namun tidak di kepala dan hatinya; mereka merasakan beban namun tidak memahami arti dan rasa dari apa yang dibawanya.

Pendidikan saat muda menanamkan pengetahuan yang kemudian membentuk pola pikir sampai dewasa. Sayangnya, sebagian dari pendidikan Islam bagi anak di Indonesia cenderung memerintah dan tidak membimbing. Pendidikan menyuruh anak-anak untuk melakukan sesuatu namun dengan sedikit informasi akan alasan dibaliknya. Akibatnya, Islam diterima sebagai beban dan tidak sebagai tuntunan.

Anies Baswedan pernah mengatakan, “mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.” Namun sebelum kita bisa mengajarkan, tentu kita perlu memahami dahulu pelajarannya dengan baik. Karena pendidikan yang buruk berasal dari kumpulan pendidik yang buruk, belajar adalah salah satu cara memperbaiki pendidikan.

 

ö.
Aku menulis ini untuk mengajak kita semua untuk terus mempelajari Islam dan membagikannya baik dengan lisan pun dengan tulisan selama Ramadhan ini. Aku menulis ini juga karena masih banyak muslim yang lebih senang meributkan siapa sang pembawa pesan yang sebenarnya namun lupa untuk membaca pesan itu sendiri.

Jurnal

Dari waktu ke waktu, dari masalah satu ke masalah yang lain, aku menyukai saat-saat ketika kita terus-menerus berkenalan dengan bagian diri kita yang baru, yang sebelumnya tak pernah kita tahu.

 
Salah satu bagian yang paling kusuka dalam menulis adalah saat membaca ulang tulisan-tulisan lama.

Saat sedang melalui masa sulit, tulisan-tulisan lama seakan memberiku nasihat yang perlu aku dengar dan pahami. Seakan sosokku yang lebih muda tengah mengajarkan aku yang lebih berusia.

Selain itu, aku juga jadi lebih menghargai diri sendiri setelah melihat perubahan yang kualami yang terwakilkan dari alir perubahan dalan tulisanku.

Seorang penulis pernah menuliskan bahwa meskipun konflik, twist, pencapaian dan alur merupakan bagian penting dalam cerita, penunjukan karakter (character revealing) merupakan bagian yang terpenting dan yang paling menarik. Begitu juga dengan membaca tulisan-tulisan lama. Dari waktu ke waktu, dari masalah satu ke masalah yang lain, aku menyukai saat-saat ketika kita terus-menerus berkenalan dengan bagian diri kita yang baru, yang sebelumnya tak pernah kita tahu.

 

ö.

Gambar merupakan salah satu kartu dari set spesial playing arts.

Astronot dan Sisi Gelap Bulan

Di belahan dunia ini, matahari banyak melihat dari apa yang manusia kerja, namun hanya bulan yang memahami apa yang manusia rasa. Tak heran, banyak lagu dan puisi yang berisi percakapan bersama bulan.

Matahari cukup mengenal manusia. Ia tahu bagaimana manusia menghabiskan kebanyakan dari waktu dan bagaimana manusia bertingkah. Namun menurutku, hanya bulan yang mengenal manusia dekat. Bulan tahu bahwa hanya saat malam manusia berbicara tulus dan ia pun paham benar nama-nama yang terkadang tertulis dan terhapus dalam pikiran mereka.

 

Di belahan dunia ini, matahari banyak melihat dari apa yang manusia kerja, namun hanya bulan yang memahami apa yang manusia rasa. Tak heran, banyak lagu dan puisi yang berisi percakapan bersama bulan. Barangkali ini karena sama seperti bulan, ada sisi tersembunyi dari manusia yang tidak pernah ditangkap mata. Barangkali itu juga mengapa banyak anak kecil yang bercita-cita jadi penjelajah langit—

dan, hey, aku salah satunya.

 

ö.

Cerita ini ditulis untuk ITB Nyastra ke-8. Terlepas dari cerita ini diterima atau tidak, lihat ya e-book-nya nanti. Gambar di awal diambil dari pinterest.

/’twəni/

Sudah lama tidak menulis. Banyak kejadian meminta untuk ditulis, namun lebih banyak tidak kupenuhi. Biasanya aku menulis dengan sedikit menyelipkan satu pesan yang menurutku baik. Tapi hey, akhir-akhir ini aku merasa banyak berlaku buruk. Mungkin karenanya, aku tidak ingin banyak bercerita.

Aku tetap membaca, though. Dulu, literatur banyak membantuku melewati malam dan sampai sekarang, kurasa aku masih membutuhkannya.

Entah. Seperti awan, literatur menaungi dari teriknya hidup dan menenangkan dengan rintik kata. Sedari dulu, sendiri di samping jendela saat hujan menjagaku untuk tetap bernafas perlahan.

Huuft.

 

ii.

Aku bertambah usia. Bersamaan, kurasa aku mengidap myiopia. Sosokku di masa depan terlihat begitu samar. Aku bertambah usia, tapi tidak bertambah dewasa.

You know, I have been trying to be a man; dress like one, act like one.

But the truth is, I am just a black and white images of a boy’s lost hopes and fears.

Stay Still

Like a bitter pill that heals,
like a hot iron that mends,
like a wound that purifies,

Like a bitter pill that heals,
like a hot iron that mends,
like a wound that purifies,
Life hurts you to help you a bit more mature.

The hardships we encounter in life were never born of malice.
But instead, of benevolence.